Unjuk Rasa Masyarakat di Mapolda DIY Berakhir dengan Intimidasi dan Penangkapan 

(lppmsintesa.com/Getsa)

YOGYAKARTA — Ratusan massa aksi yang didominasi oleh mahasiswa mengepung Markas Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Mapolda DIY) pada Selasa (24/02). Mengenakan pakaian serba gelap, massa menuntut keadilan atas tewasnya seorang pelajar SMP di Maluku yang dibunuh oleh anggota Brimob, sekaligus mendesak reformasi institusi Polri secara menyeluruh. Massa menuntut keadilan bagi pihak yang menjadi korban tindakan represif polisi dan mendesak agar pelaksanaan reformasi Polri dijalankan secara serius.

Massa berjalan dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Yogyakarta dengan pakaian serba hitam dan tiba di Polda DIY pada pukul 18:25 WIB. Saat berada di titik aksi, mereka langsung memblokade jalan saat tiba di depan Polda DIY. Momen ini dimanfaatkan massa dengan menendang gerbang Polda DIY hingga runtuh dengan maksud melakukan okupasi Mapolda DIY.

Massa juga sempat melakukan dialog kepada polisi secara langsung dengan maksud menyampaikan tuntutan aksi dan kekecewaan mereka terhadap kinerja kepolisian selama ini. Hal ini tetap mereka lakukan dengan berani walaupun mendapatkan intimidasi dari beberapa anggota polisi.

Salah satu demonstran yang menolak untuk disebutkan identitas pribadinya mengaku bahwa dia sudah muak dengan kekerasan yang selama ini dilakukan oleh polisi. Dirinya ingin mengajak masyarakat untuk mempertanyakan kembali apakah polisi sebagai institusi benar-benar menjalankan tugasnya untuk melindungi dan mengayomi masyarakat? atau malah sebaliknya.

Aksi unjuk rasa diwarnai dengan massa menyebarkan poster dan pelaksanaan shalat gaib. Ibadah ini dilaksanakan dalam rangka mendoakan korban tindakan represif polisi agar mendapatkan ketenangan, pelaku tidak mendapatkan hidup yang tenang, dan mendapatkan balasan yang setimpal. “Kita berdoa dari hati yang paling dalam bahwa Tuhan tidak akan diam, semoga almarhum yang menjadi korban mendapatkan ketenangan di alam sana dan pelaku tidak akan tenang hidupnya selama di dunia atau di akhirat”, ujar salah satu demonstran yang menolak untuk memberikan identitas pribadinya dan mengikuti salat gaib.

Intimidasi, Kekerasan, dan Penangkapan Massa Aksi oleh Polisi dan Orang Tidak Dikenal

Situasi berubah tegang pada pukul 19:59 WIB. Polisi melempar barang ke titik aksi yang menyebabkan ledakan ke titik aksi dan mengejar massa yang mulai melarikan diri. Tindakan ini menyebabkan dua mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada (UGM) ditangkap oleh polisi. Ketika berita ini sedang ditulis, dua mahasiswa UGM tersebut dikabarkan sudah dibebaskan dari Mapolda DIY setelah dijemput oleh Wakil Rektor UGM, Arie Sujito.

Ketegangan tidak berhenti sampai disitu. Beberapa demonstran yang telah melarikan diri dari titik aksi melaporkan bahwa mereka dikejar, dicekik, dan dipukul dengan kayu panjang dari orang tidak dikenal. Tidak sampai disitu, mereka juga merekam wajah demonstran, dan melakukan intimidasi dengan meneriakkan ucapan tidak senonoh kepada massa.

Demonstran yang sempat melihat atau berpapasan dengan orang-orang yang tidak dikenal ini menagku bahwa mereka mengenakan kaus atau seragam ojek online dan membawa senjata tajam berupa kayu panjang dan tongkat polisi. Tindak kekerasan orang-orang yang tidak dikenal ini tidak digubris oleh polisi dan beberapa dari mereka justru tampak berkumpul di dekat Polda DIY.

Penulis: Getsamane Eleazar Arapenta Sitepu

Fotografer: Getsamane Eleazar Arapenta Sitepu

Penyunting: Aurakasih Cetaanjali Tanama Putra

guest
0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments